PUSPAGA Brebes Perkenalkan Psikoedukasi Pada Siswa

PUSPAGA Brebes Perkenalkan Psikoedukasi Pada Siswa

DP3KB_Brebes Sebanyak 70 siswa-siswi dari kelas 3 dan 4 SDN 2 Kabupaten Brebes diperkenalkan mengenai melindungi diri dan sikap waspada terhadap orang yang dikenal oleh Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) Kabupaten Brebes, kamis Kemarin .

Kegiatan itu diberikan, pasalnya banyaknya kasus pelecehan seksual di Indonesia khususnya Kabupaten Brebes sangatlah memprihatinkan, data yang ada pada tahun 2013 tercatat 73 kasus yang meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual penelantaran dan traficking, dan pada tahun 2014 sebanyak 83 kasus serta di tahun 2015 sebanyak 85 kasus, angka ini naik pada tahun 2016 sebanyak 101 kasus. Pada tahun 2017 ini tercatat dengan jumlah kasus kekerasan anak sudah mencapai 27 kasus. Dan kasus tersebut terutama masih menimpa pada anak-anak atau siswa, hal ini harus bisa di tekan agar kejadian tersebut bisa di cegah oleh anak-anak dengan cara diberikan Edukasi terkait hal ini.

Fasilitator Puspaga Brebes, Desi Niawati (22), mengatakan, para siswa di berikan sosialisasi mengenai sikap anak saat bertemu dengan orang tidak dikenal agar jika di ajak ke tempat sepi bisa melakukan penolakan.
” Kalau pun ada orang memberikan makanan dan orang tersebut orang asing bagi kita, jangan diterima,” katanya.

Lanjut Desi, apalagi jika orang yang tidak kenal sudah mulai meraba bagian area sensitif yang tidak boleh di pegang orang lain.
” Kalau sudah seperti itu, harus lari ke tempat ramai dan berteriak minta tolong ke orang terdekat,” Jelasnya.

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) adalah tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera  melalui meningkatan kapasitas orangtua/keluarga atau orang yang bertanggungjawab terhadap anak dalam menjalankan tanggungjawab mengasuh dan melindungi anak agar tercipta kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik anak, termasuk perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran.

Masih menurut dia, dalam penyampaian materi kepada siswa-siswi pun, dengan memutar video dan melakukan praktek.
” video yang kami putar video aksa dan praktek utk merefleksikan bagian tubuh yang tidak boleh dipegang,”tambahnya.

Sementara itu, Salah satu guru, Hartono, mengungkapkan kegiatan ini sangat positif karena anak bisa mempunyai pandangan dan cara menolak pada orang asing yang mau berbuat jahat padanya.
” Apresiasi pada puspaga Brebes, semoga kerjasamanya tidak sampai di sini saja akan tetapi bisa secara berkesinambungan,”ungkapnya. (Dardirjo)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *