Relawan PATBM Wlahar Mari Lindungi Anak Dari Keluarga

Relawan PATBM Wlahar Mari Lindungi Anak Dari Keluarga

Pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kapubaten Brebes melakukan sosialisasi Stop Kekerasan Anak. Kegiatan yang diadakan di sela-sela kegiatan jamiahan rutin ini di hadiri oleh 63 ibu jamiyah al mubarok di rumah Rohimi Rt 5/2, Senin (14/8).

Sosialisasi tentang “Stop Kekerasan pada Anak” dinilai perlu dilakukan sebagai upaya agar para orang tua dapat mendidik anak-anak mereka dengan baik. Pasalnya, kasus kekerasan anak dan perempuan yang pernah di tangani oleh PATBM Desa Wlahar sudah 4 kasus dan sejauh ini latar belakang terjadinya kekerasan terhadap anak banyak dari berbagai faktor salah satunya adalah kurangnya pengawasan orang tua atau juga di sebabkan masalah di dalam keluarga sehingga anak berpotensi menjadi korban kekerasan.

Rotiah (43) pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Wlahar menuturkan banyaknya kasus kekerasan anak di Brebes tidak dipungkiri juga ada di desa ini, sehingga perlunya menjaga anak-anak kita dari orang yang tidak bertanggungjawab.
” Mulailah menjaga anak dari keluarga kita sendiri dulu agar kasus kekerasan anak tidak menimpa pada anak kita nanti”, tuturnya.

Bahkan dengan ini, lanjut Rotiah dirinya mengajak agar anak-anak diberikan bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan anak di lingkungan rumah, sekolah bagi yang sudah sekolah dan juga di lingkungan masyarakat.
” sosialisasi ini dilakukan agar mengajak ibu rumah tangga selalu mengajak anak untuk bercerita keseharian padanya sehingga itu bagian dari kita mengawasi anak”, ajaknya.

Dalam sosialisasi ini para ibu jamiyah al mubarok juga melakukan tepok hak anak dan bernyanyi lagi three end.

Sementara itu, masih menurut Rotiah, dirinya tidak akan henti untuk mensosialisasikan adanya teladan PATBM sebagai tempat pengaduan terkait dengan kekerasan anak.
” Kami tim relawan PATBM Desa Wlahar siap jadi tempat curhat adanya kekerasan anak di desa Wlahar agar kasus kekerasan anak bisa tekan”, katanya

Dirinya berharap agar masyarakat bisa bersama-sama saling menjadi pelopor jika mengalami atau melihat kekerasan anak.
” Dengan ini kami berharap masyarakat bisa saling bantu informasi jika kedapatan atau melihat kekerasan anak dimanapun”, ungkapnya.(Dardirjo)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *