Puluhan Kader Posyandu di Desa Kalinusu di Latih PMBA

Puluhan Kader Posyandu di Desa Kalinusu di Latih PMBA

Brebes – Tahukah Ibu-Ibu Kader tentang apa itu PMBA, tujuannya apa kenapa kader harus dilatih PMBA, dan setelah pelatihan harus melakukan apa ? Begitu pertanyaan mengawali kegiatan pelatihan PMBA bagi kader posyandu Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Seorang ibu menjawab atas pertanyaan fasilitator terkait PMBA, dijawab itu lho bu, pemberian makanan pada bayi dan anak, kita dilatih biar paham dan setelah paham bantu mensosialisasikan pengetahuan yang didapat kepada ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga yang mempunyai anak usia dini.

Lalu salah satu Fasilitator Pelatihan PMBA dari Puskesmas Kaliwadas  Taprika mengatakan, Pemberian makan yang baik sejak lahir hingga usia dua tahun merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak. 

Menurut World  Health Organization (WHO)/ United Nations Children’s Fund (UNICEF), lebih dari 50 %  kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan.

Lanjut Taprika, Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.  Oleh karena itu upaya mengatasi masalah kekurangan gizi pada bayi dan anak balita melalui pemberian makanan bayi dan anak yang baik dan benar, menjadi agenda penting demi menyelamatkan generasi masa depan.

Setiap keluarga yang mempunyai bayi dan anak usia 6-24 bulan hendaknya mempunyai pengetahuan tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), agar mampu memberikan ASI ekslusif dan menyiapkan MP-ASI yang sesuai di masing-masing keluarga.

Pendampingan oleh orang yang terdekat dalam hal ini termasuk kader posyandu sangat dibutuhkan Untuk itu kader posyandu perlu dilatih agar mempunyai pengetahuan tentang  ASI ekslusif dan MP-ASI serta ketrampilan pemantauan pertumbuhan dan ketrampilan memberikan konseling.

Adapun materi yang disampaikan meliputi teori tentang ASI dan MPASI, standar porsi dan tekstur MP ASI bagi bayi usia 6 bulan keatas dan dilanjutkan dengan praktek pembuatan MP ASI, serta latihan memberikan konsultasi kepada warga, termasuk praktek langsung dengan warga yang memiliki bayi atau balita dan dipandu oleh fasilitatornya.

Sementara itu, salah satu kader posyandu yang dilatih eny Merasa senang dengan metode penyampaian materi dan tukar pikiran berkenaan dengan gizi, apalagi ada pengetahuan mengenal gizi seimbang dan kandungan nilai gizinya. ” semakin percaya diri setelah dapat pelatihan PMBA, katanya. rabu (Kamis/11/2018).

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *