Pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan si buah hati

Pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan si buah hati

Brebes.  Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Bumiayu adakan seminar parenting  bertajuk “Pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan si buah hati”. Bagi wali murid TK ABA Desa Penggarutan Kecamatan Bumiayu.

 Seminar yang menghadirkan ka Rozak selaku motivator dan peerhati anak ini diikuti oleh dewan guru dan wali murid yang ada di sekolah tersebut.

Maulidiani Utami, SE Selaku Penyuluhd Keluarga berencana kecamatan bumiayu menyatakan bahwa kegiatan seminar ini diadakan dalam rangka melaksanakan kegiatan bina keluarag balita (BKB)  sebagai salah satu upaya memberikan pemahaman kepada seluruh wali murid terkait dengan ilmu parenting, sehingga diharapkan peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat sebagai bekal mengasuh anak-anak.

“kami sangat senang bisa mengadakan kegiatan seminar parenting ini karena banyak ilmu yang bisa didapat selain itu juga banyak manfaat yang bisa didapat sebagai bekal bagi orang tua dalam proses mengasuh anak.” paparnya

Selain itu  uut menambahkan bahwa, kegiatan ini diharapkan bisa   memperkuat kerjasama antara DP3KB, sekolah dan wali murid. “melalui seminar ini kami ingin mengedukasi para orang tua, bahwa tugas mendidik bukan hanya tugas dari kami sebagai guru di sekolah, namun ini juga menjadi tanggung jawab bagi orang tua karena sesunguhnya anak lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah”, ujarnya

dalam kesempatan ini ka rozak  menjelaskan bahwa orang tua adalah pengasuh yang utama dan paling utama, orang tua harus bisa menjadi  pengasuh yang terbaik bagi anak-anaknya. Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan membangun komunikasi efektif dengan anak.

“dengan membangun komunikasi efektif dengan anak diharapkan hal ini mampu menghasilkan perubahan sikap dan komunikasi yang baik antara keduanya, karena sering kali anak salah faham dengan pesan atau nasehat yang diberikan oleh orang tua, hal ini terjadi karena pesan yang diberikan dengan cara yang salah. Contoh, banyak orang tua menyuruh anaknya untuk mandi, makan, ganti baju, menyudahi permainan ataupun yang lainya dengan nada keras atau membentak. Sehingga anak mengira bahwa orang tuanya adalah pemarah, padahal niat orang tua sangat baik, menyuruh anaknya mandi ataupun makan itu biar anaknya sehat dan bersih”. Paparnya

Ditambahkan rozak, bahwa pada situasi ini orang tua harus bisa memahami acara untuk berkomunisi atau menyampaikan pesan dengan baik, beberapa hal yang bisa dialakukan dalam membangun komunikasi efektif  kepada anak adalah ;

Pertama, gunakan bahasa yang santun dan pilih kata-kata, misal, mengawali pembeciraan dengan kata sayang, kedua,menghindari koflik dengan anak. Ketiga, menyadari semua anak mempunyai potensi yang berbeda beda. Keempat, melepaskan masa lalu si anak terutama ketika ia pernah melakukan kesalahan, dan yang terahir adalan memilih waktu yang tepat ketika ingin menasehati anak.

“ada tiga cara yang dilakukan oleh Rosulullah pada saat akan menasehati anak yaitu, pada saat naik kendaraan, pada saat makan dan pada saat anak sakit”.Ujarnya.

Selain diisi dengan materi kegiatan ini juga di isi dengan berbagai game dan ace breking, sehingga peserta tidak merasa bosan dalam mengikuti kegiatan seminar tersebut. (Fatur)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *