Komitmen Kuat Harus Ada Untuk Mengatasi Disabilitas Anak Melalui Pendidikan Inklusi

Komitmen Kuat Harus Ada Untuk Mengatasi Disabilitas Anak Melalui Pendidikan Inklusi

Brebes – Unicef bersama Pemprov Jateng (Bappeda, Dinas Pendidikan, Kantor Kemenag) dan NU lewat Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PWNU Jateng untuk intervensi terkait pendidikan inklusi berbasis madrasah di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Brebes, Rabu (27/02).  Nantinya ada peningkatan kapasitas bagi pengelola madrasah yang menerima anak inklusi di sekolah dilatih terutama tenaga pendidiknya. 
 
Kepala Perwakilan Unicef Jawa Timur Tubagus Arie Rukmantara mengatakan, Unicef melakukan intervensi terkait Pendidikan Inklusi di Kabupaten Brebes, sebelumnya sudah ada di Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Semarang. 
 
Selain itu, arie menjelaskan, LP Maarif juga melakukan pendampingan bagi sekolah inklusi di madrasah, ini bagian dari pemenuhan hak anak, agar semua anak yang berkebutuhan khusus (ABK)  ini memperoleh haknya yakni belajar di lembaga pendidikan yang berbasis inklusi, dengan adanya pembelajaran inklusi di sekolah itu untuk mendapatkan layanan terbaiknya dan mendekatkan sekolahnya.
 
Pihaknya, lanjut Arie,  mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati, dan  Pemerintah Kabupaten Brebes pertama, berhasil memanfaatkan data dari Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) menjadi aksi nyata. Telah berhasil mengembalikan sekitar 4 ribu anak kembali bersekolah, kedua giatnya semakin meluas, bahkan sudah memasukan perspektif inklusi berbasis madrasah. 
 
” Unicef mendukung penuh program Pemkab Brebes, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dan masyarakat dalam menyukseskan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), dan memastikan inklusi sebagai dasar pemikiran program,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif Jawa Tengah R Andi Irawan mengatakan, Program inklusi di Kabupaten Brebes ini diinisiasi LP Ma’arif NU Jawa Tengah dan  bekerjasama dengan Unicef. 
 
” Diawali dari pendidikan tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs),  dalam implementasinya nanti akan bekerja sama dengan SLB Kabupaten Brebes sebagai pusat sumber pendidikan inklusi” katanya.  
 
LP Maarif berharap agar ke depan dengan dukungan berbagai pihak terutama pemerintah, NU dapat menghadirkan layanan pendidikan untuk semua, baik ABK maupun non ABK pada lembaga pendidikan dibawah naungan LP Ma’arif.
 
Tim juga berkunjung ke beberapa organisasi terkait yang membidangi isu disabilitas dan pendidikan inklusi dalam rangka membangun komitmen kuat baik aspek regulasi, implementasi dan monitoring, instansi yang dikunjungi  yakni Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Kemenag, Baperlitbangda, SLBN dan Dinas Sosial Kabupaten Brebes. 
 
Tim yang hadir terdiri dari Konsultan Unicef, Pengurus LP Maarif PWNU Jawa Tengah dan LP Ma’arif PCNU Kabupaten Brebes, Bapperlitbangda, FMPP Kabupaten

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *