Kader dan Forum Anak Desa Parereja, Dilatih Keterampilan Membatik

Kader dan Forum Anak Desa Parereja, Dilatih Keterampilan Membatik

Brebes – Penguatan Program di Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes untuk mengatasi Anak Tidak Sekolah (ATS) terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan kegiatan pelatihan keterampilan terhadap ATS agar tertarik mengikuti pendidikan kejar paket di lembaga pendidikan nonformal.

Ketua Program Kemitraan Wilayah (PKW) Kabupaten Brebes, Dr. Isti Hidayah, M.Pd mengatakan, program kompetitif Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristek Dikti) ini merupakan tahun kedua. Kali ini, ada 40 peserta pelatihan dari kader desa dan Forum Anak Desa Parereja (Fan-Deja). Dari pelatihan itu menghasilkan 20 batik dengan metode lukis dan 20 batik colet.

“Pendidikan menjadi misi yang pertama, dengan program pendidikan dan kesehatan akan memberikan dampak pada bidang ekonomi,” kata Isti di Gedung Olahraga Desa Parereja.

Isti menjelaskan, kegiatan itu merupakan stimulus agar mampu menurunkan ATS atau meningkatkan Angka Partisipasi Murni/Angka Partisipasi Kasar (APM/APK) Kabupaten Brebes. Menurut dia, Kepala Baperlitbangda Brebes Angkatno, beberapa hari lalu menekankan bahwa pendidikan merupakan isu strategis bagi Indonesia khususnya Kabupaten Brebes. RPJMD 2017-2022 Brebes ialah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan kesehatan.

Menurut Isti, pengetahuan dan keterampilan yang didapat peserta pada kegiatan ini sebagai modal untuk mengembangkan usaha dan life skill serta sebagai titik awal pengembangan motif lokal seperti batik salem. Pelatihan membatik kali ini menggunakan teknik melukis dan colet bagi kader desa dan Forum Anak Desa Parereja (Fan-Deja). Pelatihan ini perlu dilakukan untuk melatih keterampilan mereka.

Dia menuturkan, Kementerian Ristek Dikti menetapkan Kabupaten Brebes sebagai penerima Program Kemitraan Wilayah, dengan memilih dua desa intervensi yakni desa Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo. PKW merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyukseskan program kewilayahan yang diturunkan Pemkab/Pemkot dari RPJMD dan non RPJMD.

“Lewat PKW ini ada sinergi yang dibangun dalam bentuk kerja sama kepakaran, pengintegrasian, kebersamaan dalam pelaksanaan program maupun kontribusi pendanaan,” tambahnya.

Narasumber pelatihan membatik, Dra. Widowati, M.Pd yang juga anggota tim PKW menjelaskan, dalam membatik butuh kesabaran, ketelitian dan imajinasi yang kuat. Menurutnya, membatik butuh konsentrasi dan keseriusan, serta tidak terlalu tergesa-gesa. Keterampilan ini juga butuh ketelitian dan kesabaran yang menjadi kunci untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berdaya jual.

“PKW kali ini di desa Parereja difokuskan pada penanganan aspek pendidikan dan kesehatan,” katanya.

PKW sendiri menurut Widowati dijalankan oleh para akademisi dan diketuai Dr. Isti Hidayah, M.Pd, Dra. Widowati, M.Pd, Lita Latia dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Tatirah, S.SiT, M.Kes serta Rosmalia Kamil, S.SiT, M.Kes dari AKBID YPBHK Kabupaten Brebes. Tujuan PKW ini untuk menciptakan kemandirian, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi kepakaran masyarakat perguruan tinggi.

“Ini juga didukung kemampuan dan kebijakan seperti tertuang dalam RPJMD, non RPJMD dan potensi masyarakat. Langkah ini untuk menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi pemerintah kabupaten/kota, masyarakat yang serta secara langsung atau tidak, berpotensi memengaruhi kenyamanan kehidupan masyarakat,” pungkasnya. ( Herwanto )¬†

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *