Pemdes Buara Gelar Pembinaan Remaja di Kampung KB

Pemdes Buara Gelar Pembinaan Remaja di Kampung KB

Buara (dp3kb.brebeskab.go.id)- Pemerintah Desa Buara Kecamatan Ketanggungan bekerjasama dengan Penyuluh KB Kecamatan Ketanggungan dalam menyelenggarakan kegiatan pembinaan problematika remaja.

Acara yang diadakan di Balai Dusun Limbangan, Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes ini dihadiri oleh 30 remaja. Kegiatan ini bersumber dari dana desa tahun 2019. Sebagai narasumber yaitu Hendris Pujiwiharto selaku Kanit Binmas Polsek Ketanggungan dan Atika Nurohmah selaku Duta Genre Jawa Tengah tahun 2018.

Penyuluh KB Kecamatan Ketanggungan Sri Lestari S.Gz dalam sambutannya, fungsi kampung KB itu tidak hanya mengurusi masalah KB saja, tetapi juga menangani masalah yang lain nya. Salah satunya adalah kegiatan pembinaan remaja dan pentingnya peran serta remaja dalam upaya memajukan Kampung KB. Kamis (17/10/2019).

“Remaja harus bisa memilih pergaulan yang baik jangan sampai terjerumus dalam hal yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tutur Hendris.

Hendria menjelaskan, mengenai bahaya narkoba serta efek yang disebabkan oleh narkoba terhadap penggunanya.

“Kenakalan remaja seperti tawuran yang sering terjadi dikalangan remaja dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, remaja harus mampu menahan emosi, serta perbanyak kegiatan yang positif,” tambahnya.

Kegembiraan pun terlihat dari wajah peserta pembinaan saat Atika Nurohmah selaku Duta Genre Jawa Tengah tahun 2018 mulai mengisi acara tersebut. Ia mengajari dan menjelaskan salam Genre yang di jawab serentak oleh peserta.

“Salam Genre ! Salam !
Remaja Genre ! Sehat, Cerdas, Ceria !
Genre Indonesia ! Saatnya yang muda yang berencana !”

Atikaa juga mengajarkan bentuk salam Genre  (Generasi Berencana) yaitu dengan mengacungkan telapak tangan kanan, dimana tiga jari (jari tengah, jari manis, dan jari kelingking) kemudian telunjuk dan jempol membentuk lingkaran.

Menurutnya ini bukan sekedar lambang salam, namun simbol dengan tiga makna unggulan yakni tidak menikah di usia dini, tidak melakukan seks pra nikah, tidak menggunakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif).

Atika Nurohmah juga menjelaskan makna lingkaran dari telunjuk dan jempol adalah zero atau nol yang menggambarkan tidak melakukan tiga hal. Zero pertama adalah tidak menikah di usia dini karena pernikahan di usia dini menyebabkan banyak masalah.

Dalam hal ini, remaja di sarankan menikah di usia yang matang sehingga secara mantal dan reproduksi sudah siap membina rumah tangga.

Zero kedua adalah tidak melakukan seks pra nikah atau seks bebas. Melalui kegiatan ini remaja diharapkan bisa menyelesaikan  setiap permasalahan dan mencegah pergaulan bebas yang bisa menghancurkan masa depan mereka.

Serta zero ketiga adalah tidak menggunakan narkoba, remaja harus punya wawasan tentang apa itu narkoba dan bahaya bagi penggunanya, sehingga melalui kegiatan ini diharapkan jangan sampai terjerumus terhadap narkoba.

Sebelum mengakhiri kegiatan, Atika Nurohmah menunjukan kepiawaiannya dalam bermain gitar dan menyanyikan lagu yang bertemakan remaja yang ia ciptakan sendiri.

“Jadilah remaja yang beraksi, bukan remaja yang mencaci. Jadilah remaja yang berkarya, bukan remaja yang menikah muda. Rencanakan masa depan, raih mimpi, berkeluargalah pada waktunya dan jauhi narkoba. Generasi berencana ! Sehat, cerdas, ceria !, ” pungkasnya.

Sementara itu, Jenal Asikin salah satu remaja yang ikut dalam acara tersebut mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini, karena banyak sekali ilmu yang ia dapatkan dari kegiatan ini. Ia juga berharap kedepanya lebih sering lagi diadakan acara remaja seperti ini untuk menambah wawasan mereka.

( Kontributor : Suntoro).

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *