Diskusi Partisipatif Penggerakan Tata Kelola Alokon Tingkat Kabupaten/Kota.

Diskusi Partisipatif Penggerakan Tata Kelola Alokon Tingkat Kabupaten/Kota.
BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama dengan ​Dinas DP3KB Kabupaten Brebes bertempat di Aula Kantor Pemerintahan Terpadu dengan peserta RR di Faskyankes Penerima Alokon dan Satkoryan PKB di 17 Kecamatan , tanggal 13 Oktober 2026.

Penyampaian maksud dan tujuan kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Tim kerja umum, humas protokol. Bapak Rahutomo Wahyu, SKM, M.Pd, mengenai SIRIKA yang terintegrasi dengan SIGA telah mendukung pemantauan stok dan distribusi hingga fasyankes, tetapi masih memerlukan penguatan kualitas data dan pemantauan implementasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan monitoring dan evaluasi yang terintegrasi pada seluruh tahapan rantai pasok melalui penggerakan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai dasar perbaikan kebijakan nasional.

 

Pembukaan, sekaligus penyampaian materi gambaran umum kebijakan penata kelolaan alokon oleh Kepala DP3KB Kabupaten Brebes oleh Ibu Eni Listiana, S.IP., M.A.P., ditengah acara hadir Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Bapak Ir. Rusman Efendi, M.M, menyampaikan inti Harapan pengaplikasian sirika oleh Kaper BKKBN provinsi, Jumlahnya tepat, tepat waktu, tepat tempatnya, tepat aturannya. jangan sampai kadaluarsa!
serta turut hadir Faisa Mukti septyani, S.Sos, M.Si kepala bidang KB, advokasi dan kie DP3AKB Prov. Jateng

 

Selanjutnya, memasuki acara inti yang dipandu secara langsung oleh Moderator, Ibu Kurniayuati.

penyampaian Materi Evaluasi oleh Ibu Imania Komala, S.K.M., tentang mengenai sasaran KB MOW, MKJP dan MOP. serta cakupan SO di tiap Fasyankes Brebes. dilanjutkan dengan Diskusi Partisipatif, dipandu oleh Kurniayuati menyampaikan tentang Meningkatkan efektivitas sistem tata kelola alat dan obat kontrasepsi (alokon) untuk mencegah kekosongan stok (stockout) maupun kelebihan stok (overstock) serta mendukung peningkatan akses pelayanan Keluarga Berencana.

selanjutnya penyampaian Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh Ibu Istiyani Ratna Dewi, S.E, M.M