30 Alat Peraga Interaktif diperkenalkan kepada 3000 Pelajar dan Guru di Brebes

30 Alat Peraga Interaktif diperkenalkan kepada 3000 Pelajar dan Guru di Brebes

Brebes – Siapa yang tidak bangga dan kagum bila melihat alat peraga science center milik Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPTEK) Kementerian Pusat, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Brebes Jawa Tengah. Unggap Kepala Dinas Pendidikan yang di wakili oleh Kabid Dikdas Rojat, S.Pd, M.Pd saat memberikan sambutan kegiatan Kemenristikdikti, Rabu (21/08/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan 3 hari ini (20-22 Agustus 2019) adalah kegiatan terbesar di Indonesia, Dindikpora Kabupaten Brebes bekerjasama dengan PP-IPTEK Kemenristekdikti, dengan menghadirkan 3000 peserta untuk dibekali ilmu pengetahuan melalui alat pembelajaran IPTEK.

” Setiap hari peserta didik dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Brebes, Bulakamba, Wanasari, Jatibarang dihadirkan, sehari ada 1000 peserta yang belajar langsung dengan instruktur alat peraga tersebut, ” katanya.

Sementara itu, Direktur PP-IPTEK M Syachrial Annas menjelaskan, kegiatan ini dilakukan di 3 Provinsi yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Pola pembelajaran yang diberikan melalui pameran peragaan Iptek Keliling (PIK), Science Show, dan Science Corner.

” PIK adalah sebuah pameran alat peraga yang bersifat mobile dan portable, kita membawa 30 alat peraga interaktif yang dapat dicoba secara langsung seperti alat generator Van De Graff, Tebak Tanggal lahir, Piano Angklung dan ragam alat peraga lainnya,” terangnya.

Syachrial menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan kesadaran ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat luas, sehingga bisa memberikan pemahaman IPTEK kepada siswa didik dan menjadi ajang promosi PP-IPTEK.

Salah satu peserta yang datang dari TK Negeri Pembina Brebes Iqbal melihat dan mempraktekkan alat peraga yakni Bola Melayang. ” Kenapa yah bolanya melayang, begitu penasaran iqbal melihatnya, lalu iqbal diterangkan sama pendamping alat peraga. Aldi menjelaskan dengan begitu jelas, awalnya Tekan tombol on, tempatkan bila di atas blower, tunggu sampai bola stabil, gerakan blower ke kanan dan ke kiri, Apakah yang akan terjadi. Mengapa demikian ungkap aldi, lalu dijawab tekanan udara yang berkurang bila kecepatannya bertambah, tekanan dalam daerag aliran udr lebih rendah daripada udara luar, swhingga bola mslayang.

Hal yang sama juga di tanyakan oleh Uwita Siswi Kelas 4 di SD Negeri Brebes 02, Kenapa Lengkungan Nang Kokoh, gimana cara alat peraga ini digunakan, bikin penasaran, akhirnya uwita memanggil instruktur alat peraga, ternyata Aldi pun datang dan menjelaskan dengan detail sekali, Cara menjalankannya adalah aturlah posisi penumpu tegak lurus, susunlah balok balok pada alas membentuk lengkungan, kembali penumpu pada posisi semua.

Mengapa demikian kata aldi kepada uwita, lalu Uwita dan temannya dikasih penjelasan bahwa gaya berat lingkungan dipusatkab di kedua tepiamnya sehingga lengkungan tetap berdiri tegam walaupun ada beban disuatu tempat, gapura candi borobidur menggunakan prinisp ini.

Hampir semua alat peraga ditanyakan oleh peserta yang hadir, ternyata antuasias pelajar dari TK, SD, SMP, SMA sangat tinggi, didampingi oleh Ibu Gurunya mereka bahkan di kasih tugas untuk mencatat dalam bukunya dan nanti di diskusikan saat berada di kelas, apa saja yang ditemui, dan bagaimana cara benda tersebut dapat digunakan. (Bahrul Ulum)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.