SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK

SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK

 

img
Dalam rangka sosialisasi terkait program Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten brebes mengadakan acara “Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak” di Kecamatan Bulakamba yang bertempat di Aula Balai Desa Petunjungan dengan menghadirkan 60 Peserta yang terdiri dari Forum Anak, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, Kader KB dan Tokoh Masyarakat.Bulakamba,

 

Pada kesempatan ini dihadiri oleh DPRD kabupaten Brebes Bapak H. Abdullah Syafa’at, ST, M. Esy dan Bapak H. Moh. Zamroni, SE selaku Narasumber. Turut hadir Ibu Dra. Rini Puji Astuti selaku Sekretaris DP3KB Kabupaten Brebes yang bertindak sebagai Moderator dalam acara serta dihadiri pula oleh Fauziyah, SH selaku Koryan P3KB Kec. Bulakamba.Rabu (01/02/2023)

 

Disampaikan oleh H. Abdullah Syafa’at, ST, M. Esy bahwa anak adalah Bagian Dari Ham Yang Wajib Dijamin, Dilindungi Dan Dipenuhi Oleh Orang Tua, Keluarga, Masyarakat, Pemerintah Dan Negara. Setiap anak memilik 4 hak dasar anak yang terdiri Hak Hidup, Hak Tumbuh Kembang, Hak Perlindungan dan Hak Partisipasi. Dalam 2 tahun terakhir Korban Kekerasan pada anak di Kabupaten Brebes mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 Korban kekerasan mencapai sebanyak 86 orang yang terdiri dari kekerasan fisik sebanyak 14 orang, psikis sebanyak 6 orang, seksual sebanyak 57 orang, dan penelantaran sebanyak 9 orang, Sedangkan di tahun 2022 Korban kekerasan mencapai sebanyak 69 orang yang terdiri dari kekerasan fisik sebanyak 15 orang, psikis sebanyak 9 orang, seksual sebanyak 42 orang, penelantaran sebanyak 1 orang, dan traficking sebanyak 2 orang. Oleh karena itu, pemerintah mengharapkan bantuan kepada orang tua, keluarga, dan masyarakat khususnya di Kabupaten Brebes sendiri dalam upaya mencegah segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah terhadap anak.

 

 

Kemudian dilanjut oleh Bapak H. Moh. Zamroni, SE yang menjelaskan mengenai Menjadi Sahabat Terbaik Bagi Anak di Era Digital. Perkembangan zaman terus membawa teknologi bergerak ke arah yang semakin maju, hadirnya teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya seperti memudahkan berkomunikasi, memudahkan informasi, memudahkan proses pembelajaran, hingga menstimulasi otak untuk menumbuhkan kekreativitasan. Namun Teknologi justru bisa membawa dampak negatif bagi anak-anak. Yaitu dengan kecanduan teknologi yang mengakibatkan fokus berkurang, menjadi lebih emosional, sulit mengambil keputusan, kematangan semu, terlihat besar fisik tapi jiwanya belum matang, sulit berkomunikasi dengan orang lain, tidak ada perubahan raut muka untuk mengekspresikan perasaan, daya juang rendah, anti sosial dan sulit berhubungan dengan orang lain, melemahnya kemampuan merasakan sensasi di dunia nyata (game online), kurang memahami nilai-nilai moral. Dengan hal tersebut maka orang tua pun juga harus ikut mengawasi dan mendidik anaknya dengan baik, serta membatasi atau mengurangi penggunaan teknologi digital dengan kegiatan yang positif.

 

 

Selanjutnya Ibu Dra. Rini Pujiastuti menjelaskan mengenai hak anak. Yaitu meliputi hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Seorang anak yang sudah beranjak remaja perlu menjadi perhatian jika dipegang daerah mulut, dada, kemaluan dan pantat segera teriak minta bantuan dan melaporkan kepada orang tuanya, atau juga bisa melapor ke tingkat RT,RW, Desa, hingga melapor Ke Dinas DP3KB dan Polsek.

 

Serta Bagian tubuh yang boleh disentuh oleh orang lain adalah kepala, tangan, kaki. Boleh disentuh oleh orang lain apabila ada alasannya seperti sakit boleh disentuh oleh dokter, orang tua kita (ayah,ibu). Dan semua orang wajib melindungi diri dan harus menjadi pelopor dan pelapor.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *