Setiap Desa Bisa Menyelenggarakan PAUD dan Pendidikan Non Formal Informal (PNFI)

Setiap Desa Bisa Menyelenggarakan PAUD dan Pendidikan Non Formal Informal (PNFI)

Brebes – Ada 5 program PAUD-PNFI yang bisa dilaksanakan di tingkat desa yakni pendidikan keluarga, PAUD, pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan, life skill. Untuk di Kabupaten Brebes sudah dianggap bebas buta aksara, dan untuk Pihak Desa bisa mendirikan PAUD dan pendidikan Non Formal Informal dengan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian disampaikan Kabid PAUD-PNFI Dindikpora Kabupaten Brebes Imam Sugiarto pada acara lokalatih modul pengembangan pendidikan universal bagi anak di Desa dihotel prime biz Kota Tegal. Rabu (27/03/2019).

Terkait lembaga non formal, Imam menambahkan, LKP dan PKBM bisa menyelenggarakan seluruh program yang ada di bidang pendidikan non formal dan mendapatkan ijin operasional sesuai ketentuan yang ada.

Terkait syarat perijinan, prinsipnya secara besarannya adalah mempunyai akte notaris, ada stuktur organisasi pengelola lembaga, keterangan domisili, jika sudah punya ijin oeprasional maka mendapatkan nomor pokok satuan pendidikan dan lembaga tersebut bisa mengakses dapodik dan sarana lainnya.

Jika sudah memiliki NPSN maka pengelola bisa menyelenggarakan seluruh pendidikan di masyarakat dan akan terkoneksi dengan sistem Dapodik di Pusat dan bisa mendapatkan alokasi anggaran dari dana alokasi khusus.

Terkait layanan PAUD, ada paud formal dan non formal, untuk terkait anak tidak sekolah bisa menggunakan jalur non formal yakni mendaftar pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) lewat paket A,B, dan C dengan prioritas usia 7-18 tahun sedangkan pada sasaran layanan kesetaraan tidak hanya usia prioritas tapi bisa usia diatasnya.

Lanjut Imam, untuk pendidikan kecakapan hidup bisa dilaksanakan lembaga yang ada di desa, Bumdes diperbolehkan membuka layanan pendidikan life skill, atau lembaga kursus (LKP) bisa saja menyelenggarakan ketrampilan juga bisa menyelenggarakan program kesetaraan. Adapun Program kecakapan hidup terdiri dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Kelompok Belajar Usaha (KBU), Taman Baca Masyarakat (TBM) dan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW).

Hadir dalam pertemuan Lokalatih Modul PMU unsur 4 Kepala Desa, 4 Pendamping Desa, 4 Ketua FMPP Desa piloting, OPD Baperlitbangda, Dinas Pendidikan, Dispermasdes, Unnes, Konsultan Unicef, GKB, FMPP Kabupaten, dan  Tenaga Ahli PMU.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari program kemitraan Universitas Negeri Semarang-Unicef-Pemkab Brebes untuk GKB dan Pendidikan Universal. (Bahrul Ulum)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *