Pokphand Salurkan CSR di Desa Parereja

Pokphand Salurkan CSR di Desa Parereja

Brebes – Untuk menuju Indonesia yang bebas stunting, upaya perbaikan gizi harus terus digalakkan. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus diupayakan.

Disampaikan perwakilan PT Charoen Pokphand Jaya Farm bagian Sos P&GA Jawa Tengah Sugiyanto, saat penyerahan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita gizi kurang serta penyerahan bantuan beasiswa bagi siswa dari tiga desa yaitu Parereja, Malahayu dan Baros di Aula Balaidesa Parereja, Selasa (6/8).

Yanto menambahkan pihak perusahaan dari dulu sudah menyalurkan bantuan berupa PMT dan beasiswa bagi masyarakat di lingkungan perusahaan.
“Pokphand akan selalu memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan, mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat adalah semangat kami. Semoga permasalahan AKI dan AKB serta stunting khususnya di kecamatan Banjarharjo dan Brebes pada umumnya bisa segera teratasi,” tambahnya.

Disamping memperhatikan masalah kesehatan, Pokphand juga sangat peduli dengan masalah pendidikan, ini dibuktikan dengan Pokphand menjadi orang tua asuh bagi siswa dari keluarga tidak mampu dengan cara pemberian beasiswa. Komitmen Pokphand sudah dibuktikan di beberapa tempat di Indonesia seperti Program Bhakti Guru dan Bedah Paud di tahun 2019 ini, yang kesemuanya sudah mendapatkan rekor Muri. Belum lagi program Pokphand di seluruh Indonesia yang sangat banyak.

Ditempat yang sama ketua Forum Kesehatan Desa (FKD) Desa Parereja Medialana mengatakan, kehadiran Pokphand di wilayahnya memberikan dampak yang sangat positif dan kepedulian terhadap masyarakat desa.
“Terimakasih Pokphand banyak sekali bantuan yang diberikan, dari semenjak Pokphand berdiri sampai sekarang,” katanya.

Bantuan yang diberikan berupa 2 kilogram telur kepada ibu hamil Kek, balita kurang gizi dan pemberian beasiswa kepada anak asuh Pokphand. Total telur yang dibagikan 1700 butir dan beasiswa untuk Sekolah Dasar 700rb, Sekolah Menengah Pertama 1jt dan Sekolah Menengah Atas 2jt. (Her)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *