Perpustakaan Nasional RI Gelar Stakeholder Meeting di Brebes

Perpustakaan Nasional RI Gelar Stakeholder Meeting di Brebes

Brebes – 40 orang menghadiri kegiatan stakeholder meeting di Kabupaten Brebes dengan tema transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kegiatan ini difasilitasi dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes melalui anggaran yang bersumber dari dana APBN.

Bertempat di ruang meeting sekda Brebes, peserta diberikan pemahaman tentang gambaran perpustaakan umum dan penggalian komitmen dari multisektoral.

Sasaran kegiatan ini adalah wakil dari Anggota DPRD Kabupaten, Baperlitbangda, Dispermasdes, Dindikpora, DP3KB, organisasi penggerak literasi, desa penerima manfaat, dan dunia usaha. Adapun narasumber kegiatan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes dan Fasilitator Transpormasi Perpustakaan Umum Berbasis Inklusi.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Tatag Kus Adiyanto mengatakan, bahwa Ada 6 Desa pilot proyek perpustakaan di tahun ini meliputi Dawuhan Kecamatan Sirampog, Pamengger Kecamatan Jatibarang, Bentar Kecamatan Salem, Wangandalem Kecamatan Brebes, Kersana Kecamatam Kersana dan Desa Jatibarang Lor Kecamatan Jatibarang.

Tatag menambahkan, literasi untuk kesejahteraan, begitu jargon transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dari 6 desa yang diintervensi berasal dari bantuan perpustakaan nasional, masyarakat bisa browsing lewat internet yang disediakan di desa karena di dalamnya ada akses internet, sehingga bisa mengangkat ekonomi warganya melalui pemanfaatan teknologi di perpustakaan desa.

” Bagaimana agar perpustakaan itu diminati warganya secara maksimal baik di kabupaten hingga ke desa, dan bisa jadi wahana untuk memfasilitasi bagi masyarakat agar dapat melakukan aktivitas ekonomi, sosial, sampai aktivitas perempuan, sehingga ada dampak yang signifikan,” imbuhnya.

Ada 3 Kabupaten intervensi Perpustakaan nasional di Provinsi Jawa Tengah yakni Brebes, Magelang dan Kendal. ” Brebes sangat rendah untuk literasi (minat dan gemar membaca) dibawah ukuran nasional, banyak faktor yang menghambat untuk memunculkan minat dan gemar membaca, salah satunya adalah sarana dan prasarana terbatas,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Asisten 3 Bupati Brebes Drs. Kustoro, MM mengatakan, bahwa ini adalah program mencerdaskan kehidupan bangsa, apresiasi dan penghargaan kepada perpustakaan nasional RI dalam memberikan dukungan untuk pemberdayaan literasi di Kabupaten Brebes.

” Budaya literasi harus diberdayakan, agar kegemaran membaca bagi penduduk di Kabupaten Brebes semakin tinggi, ketersediaan buku dan jumlah kunjungan ke perpustakaan juga rendah hanya 0,6% dari jumlah penduduk, sedangkan ukuran nasional adalah 2 persen,” ungkapnya. Selasa ( 6/08/2019).

Kustoro menambahkan, dengan program literasi ini diharapkan perpustakaan harus jadi rujukan membaca dan ada nilai tambah bagi masyarakat, keberlanjutan juga menjadi penting untuk meningkatkan kualitas warga, dan setiap desa harus mengalokasikan anggaran untuk memaksimalkan literasi membaca lewat perpustakaan di desa dengan dana desa.

Dukungan dari dunia usaha juga sangat penting, seperti halnya komitmen Bank Indonesia Tegal telah memberikan dukungan bantuan satu unit komputer berbasis digital.

BI Corner adalah suatu pojok atau fasilitas yang memberikan edukasi tentang peran dan fungsi bank sentral yang dapat diakses melalui koleksi cetak maupun elektronik. BI Corner merupakan bagian dari program sosialisasi Bank Indonesia yang diharapkan dapat meminimalisir rendahnya tingkat minat baca masyarakat Indonesia. (Bahrul Ulum)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *