Pemberdayaan Kelompok Perempuan Parereja untuk Tunjang Ekonomi Keluarga

Pemberdayaan Kelompok Perempuan Parereja untuk Tunjang Ekonomi Keluarga

DP3KB Kab Brebes _ Ketua Program Kemitraan Wilayah (PKW) Kabupaten Brebes Dr. Isti Hidayah, M.Pd mengatakan bahwa perempuan harus banyak belajar ketrampilan untuk menunjang ekonomi keluarga. Agar perempuan bukan hanya sebagai obyek tapi sebagai subjek dalam keluarga.Disampaikan saat kegiatan pelatihan ketrampilan, dengan tema pemanfaatan limbah rumah tangga agar bernilai ekonomis. Kegiatan berlangsung di Aula Balaidesa Parereja Kecamatan Banjarharjo, Jum’at (11/5).Isti menambahkan semakin Ibu-ibu punya keahlian, maka harapannya bisa menambah perekonomian keluarga. Kalau perekonomian meningkat maka berkesempatan warga bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang berikutnya.”Di Parereja permasalahan ekonomi jadi penyebab utama anak-anak usia sekolah tidak bersekolah, maka perlu terobosan atau inovasi kreatif untuk mendongkrak nya. Semakin banyak Ibu-ibu punya ketrampilan yang bisa dipergunakan untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi berdaya ekonomis tinggi, maka Insyaallah anak-anak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tambahnya.Sementara Dra. Widowati, M.Pd salah satu anggota tim PKW dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan keahlian Pendidikan Keterampilan Keluarga mengatakan, sangat bangga pada Ibu-ibu dan pemudi di Parereja karena sangat aktif dan cekatan dalam menerima pelatihan ketrampilan.”Semuanya memang jos, saya acungkan dua jempol pada semuanya. Saya jauh datang dari Semarang kesini senang sekali, rasa cape saya hilang begitu melihat para ibu sangat antusias. Terimakasih semuanya. Semoga ilmu yang didapat hari ini bisa bermanfaat dan mendatangkan barokah dari Allah,” katanya.Semua yang dipelajari dalam pelatihan ketrampilan ini tak akan bisa berarti apa-apa kalau tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Widowati dengan penuh antusias mengatakan, ini baru ilmu pelatihan dasar, akan ada pelatihan lanjutan.”Saya siap memberikan ilmu lanjutkan yang lebih dari sekarang. Sekarang hanya dasarnya saja, masih banyak ilmu lainnya. Agar sebuah produk bisa berdaya ekonomis lebih tinggi perlu sentuhan lebih lanjut,” pungkasnya. (her)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *