Pelajar Berkarakter Bila Menerima Sunatullah

Pelajar Berkarakter Bila Menerima Sunatullah

Brebes DP3KB_Pelajar yang berkarakter, terlihat ketika menerima sunatullah sebagai sesuatu yang wajar dan diterim apa adanya. Sebagai contoh perbedaan yang dimiliki Indonesia dari berbagai segi kehidupan telah menunjukkan bagaimana kita bersikap dan bersifat hidup di Indonesia. Tidak menggunakan Ilmu yang kita dapat dari luar negeri misalnya, kemudian menerapkannya di Indonesia dengan tidak melakukan penyesuaian sebagaimana yang berlaku di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asep Irfan Mujahid pada pelantikan dan seminar Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Brebes periode 2017-2019 di Gedung DPRD setempat, Minggu, 15 Oktober 2917.

Menurut Asep, pelajar yang berkarakter dan berbudaya memahami betul warna-warna perbedaan yang memang sudah ada sejak belum ada Indonesia. Kemerdekaan diciptakan bukan karena kebencian yang memuncak karena dijajah Belanda tiga setengah abad dan Jepang tiga setengah bulan. Namun kemerdekaan tersebut, tercipta karena keinginan yang kuat menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia.

“Pemuda saat itu, rindu satu bendera, satu bahasa, satu tanah tumpah darah tanah air Indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia,” ucapnya dengan tegas.

Kalau kemudian saat ini memaksakan lagi untuk menjadi satu agama Islam saja misalnya, sama halnya kita tidak memiliki karakter kebangsaan dan keagamaan yang kuat.Untuk itu, lanjutnya, pelajar harus terus menerus menyuarakan pemahaman tentang kebhinekaan. Pelajar harus memposisikan diri sebagai agen pertahanan kebhinekaan dengan Ideologi Pancasila.

Senada, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya Najib Aromadani menegaskan bahwa Kebhinekaan itu sangat prinsip dalam Islam. Telah nyata-nyata Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa agar saling kenal mengenal. Itu artinya, bila pelajar bisa memiliki sikap dan sifat menerima perbedaan mencirikan sebagai pelajar yang berbudaya dan berkarakter.

Seminar yang mengambil tajuk membangun pelajar berbudaya dan berkarakter dalam era digitalisasi juga mengundang anggota DPRD Brebes Nasirul Umam. Dia melihat sisi lain dari karakter pelajar yang harus bisa mengambil peran di dalam masyarakat.

Pelajar harus mengadvokasi dengan terbitkan Peraturan Pemerintah nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan berkarakter. IPNU jangan sampai jengah menyampaikan pentingnya pendidikan karakter kepada pemerintah. “Lakukan audiensi secara terus menerus, guna mengingatkan pemerintah akan pentingnya pendidikan karakter,” ajaknya.

Pelajar berkarakter, menurut umam juga pelajar yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Jangan Cuma diam dan kumpul kumpul saja ada tindakan pengambilan aksi peduli. Pelajar  harus memantapkan langkahnya peduli terhadap lingkungan, keluarga, sekolah, bangsa dan Negara. “Lebih baik berperan walau sedikit, ketimbang duduk atau berkumpul hanya ngrumpi,:” pungkasnya.

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Brebes untuk masa bakti 2017-2018 dilakukan oleh Ketua PP IPNU Asep Irfan Mujahid. Adapun yang dilantik antara lain untuk IPNU Ketua Dwi Satrio, Sekretaris Tubagus Dina Putra dan Bendahara Tsabit. Sedangkan untuk IPPNU sebagai Ketua Rizki Mutia Saadah, Sekretaris Laela Istifani dan Bendahara Fatimatuzahroh. Untuk Komandan CBP Abdul Muis dan Komandan KPP Anggi Awalina.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriyah PC NU Brebes KH Aminudin Mashudi, Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 KH Sholahudin Masruri, Kalakhar BNK Brebes Drs H Atmo Tan Sidik yang mewakili Bupati, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono dan undangan lainnya. (Kuntoro)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *