Optimis Intervensi Nasional PRA, SRA dan UPT Pelayanan Perempuan dan Anak Semakin Holistik

Optimis Intervensi Nasional PRA, SRA dan UPT Pelayanan Perempuan dan Anak Semakin Holistik

Brebes  – setiap tiga bulan sekali bidang Hukum, HAM dan Pertahanan Keamanan Kepresidenan melakukan monitoring ke beberapa daerah di Indonesia terutama untuk melihat kinerja pelaksana pengembangan Kab/Kota Layak Anak, dan melihat secara spesifik pengalaman terbaiknya seperti Sekolah Ramah Anak (SRA), Puskesmas Ramah Anak (PRA), Puspaga, Forum Anak, Forum Pendamping Anak yang dikerjakan di daerah, dan pihaknya ingin mendengar dan membaca informasi alokask dana dari pusat yang diterimakan ke kabupaten Kab/Kota.

Demikian disampaikan Sylvana Apituley salah satu Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia bidang Hukum, HAM dan Pertahanan Keamanan mengunjungi Puskesmas Ramah Anak (PRA) di Kelurahan Brebes, Jumat (7/9/2018).

Lanjut Sylvana, saat kunjungan ke Kabupaten Brebes, pihaknya sangat optimis dan beberapa prestasi terbaiknya nantinya menjadi referensi bagi Kab/Kota lainnya, saya yakin dengan holistik programbya nantinya ada perubahan.

” Mari kita oprimis dan mengembangkan layanan ke masyarakat terkait inovasi secara khusus, dan bisa dijadikan leason learne atau pembelajaran terbaiknya untuk bahan pembelajaran penting bagi kab/kota lain, pihaknya juga berharap agar kinerja yang baik ini terus di dokumentasi,” imbuhnya.

Untuk dukungan nasional, adalah pemberian bantuan mainan bagi puskesmah ramah anak, sementara ini bantuan APE PRA masih kurang, sementara ini kepedulian swadaya dari masyarakat pun diterima untuk bahan bacaan literasi bagi anak.

Sementara Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Brebes dr. Rudi Pangarsami Utami menjelaskan kinerja Puskesmas Ramah Anak, sudah dua kali puskesma di Kabupaten Brebes mendapatkan penghargaan PRA tingkat Nasional, yakni Puskesmas Brebes dan Puskesmas Bumiayu.

” Pihaknya dalam tahun ini akan melakukan persiapan untuk puskesmas lainnya secara bertahap agar ramah anak sesuai dengan indikator dari kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI,” katanya.

Kita optimis semua langkah yang dilakukan selama ini tetap dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada, dan kinerja memperlihatkan TFC (Pusat Pemulihan Gizi) yang dilakukan di level kecamatan.

Hadir tim dari Kementrian PPPA RI, Puskesmas Brebes, Beberapa Personil dari Dinas Kesehatan. ( Ulum )

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *