KPPA RI Adakan Pelatihan Tematik PATBM Di Semarang

KPPA RI Adakan Pelatihan Tematik PATBM Di Semarang

Brebes_Dp3KB Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menyelenggarakan kegiatan pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Hotel Gm Setos Semarang, (13/9).

Kegiatan tersebut di laksanakan selama 4 hari dari tanggal 13-16 September 2016 dan di ikuti oleh 60 peserta dari 6 Desa yang terdapat PATBM dari 3 Daerah di Jawa tengah yakni dari Kabupaten Brebes ada Desa Wlahar dan Cenang, sedangkan dari Kabupaten Kebumen ada Podoluhur dan Pagebangan serta Kabupaten Rembang ada Mergasari dan Khutoharjo

Acara ini di hadiri juga oleh Asisten Deputi KPPA RI, Kepala Dinas DP3KB Provinsi Jawa Tengah dan Fasilitator PATBM Provinsi Jawa Tengah.

Rini Handayani Asisten Deputi KPPA RI menuturkan dalam Penanganan permasalahan kekerasan anak perlunya adanya kerjasama antar semua pihak.
” Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri sehingga perlu adanya jejaring untuk merespon cepat permasalahan anak sengganya di desa masing-masing”, tuturnya

Menurutnya dengan nantinya pelatihan ini diharapkan semua PATBM dari 6 desa bisa mendapatkan materi dari para fasilitator.
” Desa PATBM harus buat branding dan inovasi untuk mengerucutkan masalah yang ada di desa masing-masing dan fasilitator nanti melaporkan kepada pihak kementerian”, katanya lagi.

Dirinya menambahkan, pada prinsipnya PATBM selalu merespon cepat berbagai kasus yang terjadi pada anak.
” PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) merupakan gerakan dari jaringan atau kelompok warga dalam masyarakat yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan terwujudnya perlindungan anak”, tambahnya.

Dalam kegiatan pelatihan PATBM ini, setiap desa harus menentukan inisiasi tematik yang di terapkan di desanya masing-masing desa yakni Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Anak Berhadapan Hukum (ABH), Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Eska) dan Pornografi

Sementara itu, Dra Purwaningsih Handayani selalu kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana keterampilan bagi para aktivis PATBM di 3 Daerah.
” Ini akan jadi ilmu baru untuk mendorong hak anak dan Perlindungan di lokasi uji coba desa yang ada PATBM nya”, katanya

Bahkan menurutnya harus ada upaya untuk menekan angka kasus kekerasan anak.
” Menjadi harapan kami agar kepedulian aktivis bisa membantu menyelesaikan kasus yang di hadapi anak yang belum tercatat di daerah”, ungkapnya.(Dardirjo)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *