FASILITASI PEMBINAAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN GIZI PADA REMAJA

FASILITASI PEMBINAAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN GIZI PADA REMAJA

img
Jatirokeh, Senin 3 Oktober 2022, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Brebes telah melaksanakan kegiatan fasilitasi Pembinaan Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi pada Remaja di SMK Al Falah Modern Jatirokeh.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMK Al Falah Modern, Bapak Witarto, S. Pd., M. Pd., beliau menyampaikan rasa terimakasih kepada DP3KB karena sudah mengadakan kegiatan tersebut di sekolahnya karena sebelumnya belum ada kegiatan seperti ini. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan edukasi kepada siswi-siswi SMK Al Falah Modern mengenai stunting. Dan kedepannya setelah lulus nanti dapat diterapkan di kehidupannya. Harapannya adalah ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Fasilitas ini terdapat 3 narasumber, yaitu Ibu Kusyanti, Gz, Ibu ns. Afiyah Hidayati, S. Kep., dan Bapak Faizal Hamzah, SE.

Pada kesempatan ini, Ibu Kusyanti, Gz, menyampaikan materi tentang Gizi Seimbang bagi Anak Remaja. Ada beberapa pemenuhan gizi pada remaja, diantaranya yaitu karbohidrat, protein, kalsium, zinc, vitamin dan zat besi. Beliau juga memaparkan mengenai empat pilar gizi seimbang diantaranya mengkonsumsi makanan yang beranekaragam, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga berat badan ideal, dan pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga. Harapannya para peserta dapat mengetahui permasalahan gizi yang sering dialami oleh remaja.

Dilanjut materi yang kedua yang disampaikan oleh ibu ns. Afiyah Hidayati, S. Kep., tentang stunting. Beliau memberikan paparan tentang 3 komponen penanggulangan stunting, yaitu : 1) pola asuh 2) Pola makan dan 3) Air Bersih Sanitasi. Kemudian ada beberapa ciri anak stunting yaitu : 1) tanda pubertas terlambat 2) performa buruk 3) pertumbuhan gizi terlambat 4) usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam 5) pertumbuhan melambat dan 6) wajah tampak lebih muda.
Di BKKBN sendiri memiliki strategi untuk pencegahan stunting yaitu strategi pencegahan stunting dari hulu. Diantaranya screening, edukasi kespro dan gizi, dan pendampingan. Harapannya semua pasangan usia subur yang baru memasuki siklus kehidupan keluarga berada dalam kondisi ideal atau sehat untuk menikah dan hamil sehingga melahirkan anak yang sehat.

img

Materi yang terakhir disampaikan oleh Bapak Faizal Hamzah, SE yaitu tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. Paparan yang disampaikan yaitu mengenai upaya peningkatan usia pada perkawinan pertama sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun untuk pria. Adapun tujuannya dimana remaja yang telah siap untuk berumah tangga mampu menciptakan keluarga yang mapan sampai akhir hayat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Harapannya agar peserta kedepannya dapat merencanakan kehamilan dengan menghindari 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Sering, dan Terlalu Banyak).

Ayoooo anak remaja, kenakan baju wisuda sebelum baju pengantin
“tunda nikah dini itu keren”😎

Written by : Hafid & Arum

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.