FAN DEJA Suarakan Hak Anak

FAN DEJA Suarakan Hak Anak

Itu yang diteriakan anak-anak dari Forum Anak Desa Parereja (FAN-DEJA) saat turun ke jalan dalam momentum memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Sabtu Kemarin.

Sekelompok anak-anak memekikkan suaranya yang lantang untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa dirinya memiliki hak yang harus dipenuhi. Di bawah terik siang hari, mereka tak gusar menyuarakan hak-haknya. Momentum Harkitnas ini seolah menjadi jalan perjuangan bagi mereka untuk memperoleh hak-haknya.

Miris betul, saat ini masyarakat masih disuguhkan berita-berita kekerasan pada anak, baik di televisi, koran, dan lainnya. Kasus kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi. FAN-DEJA bertekad untuk terus menyuarakan hak-haknya. Negara dan pemerintah menjamin anak untuk dapat mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasannya.

Ketua FAN-DEJA Ratno (17) mengungkapkan, akibat dari kekerasan terhadap anak sangatlah fatal.

“Kalau masa kecil anak-anak tidak terpenuhi haknya, bahkan kerap mendapat tindak kekerasan dan bahkan pelecehan seksual. Maka kehancuran suatu bangsa pasti terjadi, mereka adalah generasi penerus bangsa,” ungkapnya (20/5).

Ratno melanjutkan, peran dari orangtua dan pemerintah dalam masa tumbuh kembang anak-anak sangat diperlukan.

“Mereka adalah cahaya, penerang semesta tapi mengapa masih saja banyak kekerasan menimpa mereka? Di kota, di desa bahkan rumah yang seharusnya jadi tempat berlindung untuk mereka. Wahai orangtua, pemerintah, lihat anak-anak, lindungi mereka dan ikutkan mereka untuk berpartisipasi aktif di masyarakat,” lanjutnya.

FAN-DEJA pun mengungkapkan rasa terimakasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes dan Pemerintah Desa Parereja yang telah mensupport acara long march menyuarakan hak anak ini.

Kepala Desa Parereja Wakim pun sangat mengapresiasi aksi kegiatan FAN-DEJA dalam menyuarakan hak-hak anak.

“Kami sangat bangga mempunyai anak-anak yang pintar, kritis dan suka berorganisasi. Pemerintah desa sangat memperhatikan hak-hak anak di Parereja. Kami tahun 2017 telah mengalokasikan Rp 2 juta yang diambil dari Dana Desa untuk menunjang kegiatan FAN-DEJA,” tandasnya. (Herwanto)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *