DP3KB Bentuk Dua Kelompok BK TKI

DP3KB Bentuk Dua Kelompok BK TKI

DP3KB_Kabupaten Brebes menempati peringkat ke-9 pemasok Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan menempati peringkat ke-10 dengan TKI bermasalah di Indonesia. Namun miris bila melihat nasib TKI yang tengah berusaha mengubah kondisi ekonomi keluarganya dengan bertaruh nyawa di negeri orang.

Di antara mereka setelah pulang dari rantaunya ada yang cerai, ada yang suaminya kawin lagi, dan ada yang anaknya jatuh ke pergaulan bebas. Yang lebih mengenaskan, pulang dari negeri orang semuanya habis, hampir tak ada hasil.

Gaya hidup keluarga TKI yang lebih konsumtif dan tidak produktif membuat nasib para TKI setelah pulang makin sengsara yang pada akhirnya mau tidak mau harus kembali ke luar negeri. Demikian sedikit gambaran mengenai TKI pada umumnya.

Untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mantan TKI, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) terus berupaya mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya dengan membentuk Kelompok Bina Keluarga TKI (BK-TKI) di Kabupaten Brebes. Kali ini pembentukan BK-TKI di Desa Ketanggungan dan Desa Dukuhtengah Kecamatan Ketanggungan.

Salah satu perwakilan dari DP3KB Eni Listiana mengungkapkan, pembinaan keluarga TKI sangatlah diperlukan.

“Desa Ketanggungan dan Dukuhtengah juga salah satu pemasok TKI di Brebes. Perlu adanya pembinaan keluarga yang di rumah. Agar keluarga yang di sini itu bisa mengelola uang kiriman. Jangan sampai cuma digunakan secara konsumtif tapi bisa secara produktif,” ungkapnya.

Perceraian, kata Eni, juga gampang ditemui dalam keluarga TKI. Selain itu, tumbuh kembang anak keluarga TKI juga harus mendapat prioritas untuk diperhatikan. Lebih lanjut Eni menambahkan tujuan di bentuknya Kelompok BK-TKI.

“Pada intinya, pembentukan BK-TKI sebagai upaya pemerintah bersama masyarakat dan dunia usaha untuk bersama meningkatkan kemandirian ekonomi, ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta terjaminnya hak-hak keluarga TKI,” lanjutnya.

Masih kata Eni, di samping ketahanan ekonomi, keluarga TKI juga harus berani menjadi pelapor dan pelopor jika ada tindak-tindak kekerasan terhadap TKI dan permasalahan TKI di dalam dan luar negeri serta keluarganya, kelompok yang dibentuk bisa langsung melaporkan.

Kali ini terbentuk dua kelompok BK-TKI di Desa Ketanggungan dan Desa Dukuhtengah, yakni Kelompok Sukses Jaya dan Kelompok Serbaguna dengan masing-masing kelompok terdiri dari 25 orang.

Salah satu peserta yang menjadi Ketua Kelompok Sukses Jaya  menganggap dengan adanya pembentukan kelompok BK-TKI, merupakan suatu bentuk perhatian pemerintah.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *