Desa Pepedan Bentuk Tim Gugus Desa Layak Anak

Desa Pepedan Bentuk Tim Gugus Desa Layak Anak

Brebes – Ada 4 Hak anak yang harus dipahami oleh kita semua, yakni hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Masing-masing hak ini menjadi tanggungjawab orangtua dalam memenuhinya, jika anaknya mengurangi kasih sayang maka keluarga terdekatlah yang harus memenuhinya, termasuk lingkungan sekitar kediaman anak tersebut, hingga sampai RT, RW, Desa, Kecamatan sampai ke lembaga international.

Demikian disampaikan Adi Assegaf selaku Fasilitator KLA Kabupaten Brebes saat memberikan sosialisasi dan pembentukan gugus tugas Desa Layak Anak Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes di Aula Balaidesa, sabtu ( 3/08/2019).

Adi juga memperkenalkan bagaimana tepuk hak anak yang benar, termasuk menjelaskan setelah pertemuan pemberian materi Desa Layak Anak, harus ada rencana aksi yang terukur, salah satunya adalah adanya kelembagaan Tim Gugus Tugas Desa Layak Anak yang bertugas untuk membuat program kerja dalam pemenuhan hak anak di tingkat desa, memfasilitasi pertemuan keterlibatan orang dewasa dalam pemenuhan hak anak, menyusun rencana aksi dan menjadi pelopor dan pelapor bagi desanya dalam hal pemenuhan hak anak.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes Eni Listiana, S.Ip mengatakan, Kabupaten Brebes sudah mendapatkan pennghargaan KLA kategori Nindya, ini artinya mari bersama-sama untuk mempertahankan peringkat kategori tersebut.

” Walaupun masih ada beberapa pekerjaan rumah dalam komitmen Kabupaten Layak Anak yang harus selalu diemban karena setiap Kabupaten/kota sudah ada indikator atau parameter negara dalam memastikan tiap daerah berkomitmen pada KLA yakni untuk memperhatikan, melindungi dan memenuhinya, namun pada prinsipnya jika ingin kategori utama, maka semua desa harus membentuk Gugus Tugas Desa Layak Anak, Forum Anak tingkat Desa,” katanya.

Sementara itu, Fasilitator KLA DP3KB Bahrul Ulum menyampaikan konten Desa Layak Anak, dengan gaya khasnya yang membikin peserta merasakan energi positip akan materi yang disampaikan. Dia menjelaskan satu persatu bentuk program kerja yang bisa dilakukan oleh para pengurus tim GTDLA itu, baik pada klaster kelembagaan, klaster hak sipil, klaster pendidikan, klaster kesehatan, klaster pengasuhan alternatif dan klaster perlindungan khusus.

Salah satu peserta Sutikno, senang dengan pertemuan ini, narasumbernya keren banget, materi lugas, jelas dan ada ice breaking apalagi praktek ice breaking sesuai konten materi, tak terasa lama kok tiba-tiba sudah siang. ” Pertemuan seperti ini harus berkesinambungan, dan minta agar narasumber dari Kabupaten selalu dilibatkan karena banyak perkembangan ilmu yang bisa di dapatkan,”pungkasnya.(Ulum)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *