Desa Parereja Alokasikan Dana GKB Lewat Dana Desa

Desa Parereja Alokasikan Dana GKB Lewat Dana Desa

Brebes – Sejak tahun 2018 Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo mengalokasikan dana desa sebesar Rp 30 juta, selanjutnya tahun 2019 naom menjadi Rp 48 juta. Alasan naik anggaran karena animo ATS untuk kembali bersekolah semakin naik, karena motivasi anak dan orang tuanya semakin membutuhkan, wajar saja jika sampai tahun ini sudah ada 95 ATS yang sudah kembali ke sekolah.

Ungkap Kades Parereja Wakim Wahyudin pada saat ada kunjungan tim monitoring terpadu program kerjasama RI-Unicef di balaidesa, kamis (24/10/2019).

Sementara ditempat yang sama sekdes parereja Medialana menjelaskan ada bantauan pendidikan untuk anak sebesar Rp 17.800.000 dari CSR PT. Pokpand Jaya Farm. Selain itu, ada juga kerjasama antara Ristekdikti-Unnes-Pemdes Parereja untuk menangani masalah lain pada bidang pendidikan.

Sektor pendidikan bagi Pemdes sangatlah penting, lebih dari 4 persen dari dana desa sudah dialokasikan, bahkan tahun 2019 pihak desa mengalokasikan dana fisik untuk membangun gedung PKBM dan Posyandu holistik.

” Ini sebagai komitmen kuat kami, selain ada anggaran juga ada yang pengurus FMPP Desa, beberapa sekolah yang menerima diwilayah Kecamatan, Ibukota Brebes dan Kecamatan Kersana,” katanya.

Desa dalam melakukan intervensi pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat memanfaatkan hasil pendataan lewat Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM).

Alasan SIPBM, kata Medialana karena akurasi data SIPBM diakui, pendataan by sensus, by name by addres jelas akurat, pendata juga warga desa sendiri. Lewat data SIPBM ini desa parereja sudah ODF atau desa bebas buang air besar sembarangan.

Sementara itu, Ketua pelaksana Pendidikan Untuk Semua Slamet mengatakan, melalui verval data SIPBM, lalu mengundang dan mengkoordinasikan lewat musyawarah. Kegiatan memastikan anak kembali bersekolah baik formal dan non formal.

” kunci keberhasilan adalah verval, pengembalian, pendampingan dan selalu koordinasi lewat musyawarah,” pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tim monev terpadu meliputi : Ir. Suharyanto, MT (Kasubdit Pendidikan), Baroto seto, Kasi Subdit Pendidikan, Fajar, Staf Subdit Pendidikan, Drs. Binar Ginting, MM, Bappenas Rif’an dan yosi Diani, Kasubdit Perlindungan Anak, ies dari Sekretariat Kerjasama RI-Unicef, Lilis
Kemendikbud Indarjo, Kemenpppa: Meilia,
Kemendes: sondang, Unicef, Unnes, Undip, Dindikpora, Dinkes, Bapperlitbangda, Dispermasdes, FMPP Kabupaten.

Peserta yang diwawancarai meliputi orangtua anak ATS, FMPP Desa, Pendamping Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kades, Sekdes untuk memastikan bagaimana komitmen masyarakat Desa untuk GKB dan pemanfaatan dana desa. (Ulum)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *