Bupati Langsung Pimpin Rakor GKB di Kecamatan

Bupati Langsung Pimpin Rakor GKB di Kecamatan

DP3 KB Brebes _Untuk mempercepat indeks pembangunan manusia bidang pendidikan, dan mengatasi anak tidak sekolah agar kembali bersekolah, Bupati Brebes pimpin  langsung rapat koordinasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Tiap hari ada 3 Kecamatan yang dikunjungi, dan dijadwalkan selama 6 hari (2-7 oktober 2017), untuk hari ini giliran di Kecamatan Brebes, Wanasari dan Bulakamba, senin (2/10/2017).
Rapat koordinasi bertujuan untuk memastikan semua anak kembali bersekolah, dan ingin melihat langsung bagaimana kinerja camat beserta jajarannya serta pengurus Forum Masyarakat Peduli Pendidikan tingkat Kecamatan dalam upaya pengembalian anak ke sekolah.
Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes Dr angkatno, M.Pd mengatakan, jika ada anak usia sekolah belum sekolah segera di laporkan ke Kepala Desa atau FMPP untuk dimasukan dalam data pengembalian ke sekolah dan disampaikan langsung ke FMPP Kecamatan untuk direkap agar mendapatkan rekomendasi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindikpora Kecamatan.
” Memutus mata rantai kemiskinan salah satunya lewat pendidikan, mohon dedikasi dan loyalitas dalam pengembalian anak ke sekolah, ” katanya.
Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE mengatakan penanganan anak tidak sekolah perlu perhatian semua pihak, sungguh mulia jika kita semua tidak meninggalkan generasi yang lemah.
” Pemerintah Kabupaten  Brebes sedang menyusun regulasi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Percepatan Tuntas Wajar Dikdas, regulasi hukum ini berlaku di tahun 2018 sebagai payung hukum bagi desa dalam mengalokasikan dana desa, pihaknya meminta mulai sekarang di bujuk anaknya dan orangtuanya agar anak yang tidak sekolah supaya bersekolah,” ungkapnya.
Idza juga menambahkan, diharapkan  Pemerinta Desa untuk membuat peraturan desa tentang upaya tuntas wajar dikdas sehingga bisa berkontribusi pada Indeks pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Brebes.
Sementara itu, salah satu perwakilan BPD Keboledan khamim mengatakan kita memang sangat kesulitan dalam pengembalian anak putus sekolah, salah satunya adalah rendahnya orangtua dalam motivasi agar anaknya kembali bersekolah, sehingga perlu solusi bersama.
Bupati menjawab atas pertanyaan terkait motivasi, masukan saja ke kejar paket disesuaikan dengan terakhir anak tersebut putus sekolahnya atau tidak lanjut. Bupati Brebes juga berharap agar pihak desa melalui musyawarah desa memprioritaskan usulan ke anggaran desa agar teralokasikan di tahun 2018.
Sedangkan, untuk pengembalian di tahun ini, sementara budget dialokasikan dari donasi yang terkumpul di rekening FMPP Kabupaten Brebes, swadaya masyarakat  dan dukungan dunia usaha, pihaknya akan memprioritaskn  kegiatan gerakan kembali bersekolah lewat APBD 2018. (BU)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *