Ber KB, Menjadi Solusi Sejahterakan Keluarga

Ber KB, Menjadi Solusi Sejahterakan Keluarga

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Wagino menegaskan, mengikuti program Keluarga Berencana (KB) menjadi solusi jitu untuk mensejahterakan keluarga. Sebab dengan pengaturan jarak kelahiran akan bisa menentukan program kehidupan selanjutnya, yang pada muaranya akan mensejahterakan masyarakat.

Persoalan kesejahteraan, tidak terlepas dari bagaimana mengatur jarak kelahiran bagi suatu keluarga, dan ber-KB menjadi solusinya,” tutur Wagino saat menyampaikan sambutan Launching Kampung KB Kabupaten Brebes di Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jumat Mei 2017.

Kabupaten Brebes, kata Wagino, sangat memprihatinkan dengan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah. Begitu juga dengan angka kematian ibu (AKI) melahirkan dan angka kematian bayi (AKB) yang dilahirkan tertinggi di Jawa Tengah.

“Di sini, peran perilaku masyarakat perlu dibangun kembali agar tumbuh partisipasi aktif dalam pembangunan daerah, terutama dalam program KB,” ajak Wagino.

Dalam kesempatan tersebut, Wagino berdialog dengan dua ibu-ibu yang tengah menimang anaknya. Saat dialog, kedapatan kalau salah seorang ibu menikah pada usia 17 tahun dan kini di karunia dua orang anak. Sementara suaminya bekerja di Malaysia menjadi TKI. Wagino kaget dengan kondisi masyarakat yang kawin muda, sehingga bisa menimbulkan persoalan berikutnya. “

“Kalau sekarang banyak anak, sepuluh tahun mendatang Ibu Bupati harus menyediakan sekolahan juga,” ucapnya.

Artinya, lanjut Wagino, persoalan keluarga tidak hanya menjadi problem bagi keluarga itu sendiri tetapi juga berimbas pada persoalan daerah, bangsa dan Negara. Termasuk persoalan IPM, AKI dan AKB.

Berdasarkan Susenas 2015, rata-rata usia perkawinan secara nasional 19,5 tahun. Kalau di Brebes masih pada kisaran usia 17 sampai 18 tahun, maka perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti mengaku sudah melakukan berbagai upaya dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak pihak terkait lainnya. Meski demikian, hasilnya masih harus diperbaiki lagi karena daerah lainnya juga telah melakukan hal yang sama untuk meningkatkan kualitasnya.

“Solusi yang ditawarkan antara lain dengan mengembangkan Kampung KB. Diharapkan lewat kampung KB, kesadaran masyarakat dalam ber-KB semakin meningkat sehingga mensejahterakan masyarakat Kabupaten Brebes,” ujar bupati.

Bupati Brebes didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Dandim 0713/Brebes Abdul Hadi Hariono, Staf Ahli Bupati Hj Lely Mulyani yang kemudian menandatangani 18 prasasti kampung KB. Selain itu, menggunting untaian melati yang melintang di pintu gapura Desa Cenang.

Kepala DP3KB Kabupaten Brebes yang diwakili Kabid Pengendalian Penduduk, Hj Farikha menjelaskan, sebanyak 18 Kampung KB saat ini telah dilaunching. Sebelumnya, tahun 2016 sebanyak 11 kampung KB telah berdiri di berbagai Kecamatan Se Kabupaten Brebes.

“Sampai saat ini sudah ada 29 Kampung KB di Kabupaten Brebes,” tuturnya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *