Anak Harus Berani Menjadi Pelopor dan Pelapor   

Anak Harus Berani Menjadi Pelopor dan Pelapor   

DP3KB _ Bahasan tentang anak tiada habisnya karena perjuangan kita masih sangat panjang agar anak benar-benar mendapatkan haknya sebagai anak. Penulis merupakan salah satu pemerhati anak, pendamping forum anak dan komisi perlindungan anak tingkat kabupaten. Banyaknya kasus kekerasan baik pada anak terutama di kota penulis saja tahun 2017 ada 121 kasus kekerasan pada anak, itu yang berani melapor, yang tidak melapor tentu lebih banyak dan seperti gunung es yang siap mencair sewaktu-waktu.   Penulis kemarin dalam kegiatan pembentukan forum anak desa Malahayu kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, bahwa anak harus bisa menjadi pelapor dan pelopor dalam menangani suatu Kasus kejahatan pada anak. Tak bisa dipungkiri masalah kekerasan kental sekali korbannya adalah kaum perempuan dan anak. Karena mereka dianggap lemah dan mudah untuk dieksploitasi.    Pelaku kejahatan atau kekerasan terhadap perempuan dan anak malah lebih banyak adalah orang terdekat korban. Bisa Suami/Ayah, Kaka, Paman bahkan teman dekat sekalipun. Maka pesan penulis anak harus diajarkan bagaimana cara melindungi diri.   Kenapa anak harus jadi pelapor dan pelopor?   Harus berani menjadi pelapor.   Anak harus diajarkan untuk aktif dalam segala hal, tidak terkecuali dalam hal menyikapi suatu permasalahan atau kasus tertentu. Bila si anak menyaksikan adanya tindak kekerasan apalagi kejahatan. Terutama bila korbannya adalah perempuan dan anak. Maka si anak harus berani melaporkan kepada pihak yang berwajib.   Dalam hal ini yang dimaksud pihak berwajib adalah bisa pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten, polisi dalam hal ini bidang PPA yang ada di polres, TNI, PPT Tiara (nama lembaga di kabupaten Brebes yang menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak), pusat pembelajaran keluarga.   Biasanya anak cenderung diam kalau melihat kejadian kekerasan atau bahkan dirinya yang mengalami kekerasan itu sendiri. Anak takut untuk melaporkan karena kebanyakan pelaku adalah orang terdekat korban.    Maka di forum anak diajarkan agar anak berani menyuarakan dalam hal ini berani melaporkan sesuatu yang dianggap sebuah kejahatan atau kekerasan. Disana diajarkan gimana caranya melapor, kemana harus melapor, mekanisme pelaporan dan banyak lagi lainnya. Maka diharapkan anak bisa melapor kejadian yang disaksikannya dan dialaminya.   Harus berani menjadi pelopor   Pelopor atau orang yang mengawali atau memberikan contoh. Anak-anak yang masuk dalam forum anak diajarkan untuk menjadi seorang pelopor bagi teman-teman. Dalam hal ini menjadi pelopor yang baik. Setelah diajarkan banyak hal di forum anak, harapan penulis atau pendamping adalah anak bisa menjadi pelopor kebaikan dan mesin perubahan.   Advokasi ke pemerintah baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat. Bahwa anak punya hak untuk dilindungi secara hukum dan undang-undang. Agar harapan kita dimasa mendatang terciptanya generasi penerus yang siap sebagai pelapor dan pelopor di lingkungannya.   Kesimpulannya setelah anak bisa menjadi pelapor dan pelopor dilingkungan dia tinggal. Akan banyak orang yang mengerti tentang hak anak dan perlindungan terhadap anak. Serta orang-orang yang ingin berbuat jahat jadi berpikir dua sampai lima kali untuk melakukannya.   Mari ciptakan generasi muda yang siap sebagai pelapor dan pelopor. (herwanto)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *