AKI dan AKB di Brebes Bertambah

AKI dan AKB di Brebes Bertambah

SONGGOM – Dalam upaya pengendalian penduduk dan pemberdayaan perempuan, Pemerintah Kabupaten Brebes telah meresmikan 18 Kampung KB di seluruh Kabupaten Brebes di Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Jumat (12/5). Peresmian Kampung KB di Desa Cenang diresmikan langsung oleh Bupati Brebes Idza Priyanti dengan harapan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya Program Keluarga Berencana (KB) sehingga kualitas keluarga di Kabupaten Brebes semakin meningkat.

“Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Brebes terus bertambah, oleh karena itu kita harus bekerjasama untuk mensukseskan program KB. Dengan mengatur jumlah anak dan mengatur jarak kelahiran akan meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Kebutuhan pangan, sandang, pendidikan, ataupun kesehatan bisa dipenuhi dengan mudah karena jumlah anak tidak terlalu banyak,”paparnya.

Program KB, lanjut Idza, merupakan program pemerintah untuk mengendalikan jumlah penduduk Indonesia. Jumlah penduduk yang semakin bertambah akan menimbulkan masalah lain, seperti berkurangnya jumlah makanan. Di sisi lain juga akan masalah pendidikan, dan kesehatan. Karena itu, Pemerintah Pusat harus bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk terus mensosialisasikan pentingnya program KB terutama di desa-desa.

Peresmian secara simbolis dilakukan dengan pemotongan pita dan penandatanganan 18 prasasti Kampung KB dari 17 Kecamatan. Disaksikan juga perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nasional (DPPKBN) Provinsi Jawa.

Tengah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes, serta 17 Camat turut hadir.

Sebelum peresmian, Bupati dan rombongan diarak menggunakan kereta kencana yang diiringi oleh 4 marching band dari 4 sekolah. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan Bupati. Sementara Perwakilan DPPKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino mengingatkan bahwa Kabupaten Brebes menduduki peringkat paling bawah dalam hal Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM).

“Berdasarkan hasil sensus usia pernikahan di Kabupaten Brebes, yaitu 19 tahun 5 bulan. Sehingga kematian ibu dan bayi di Kabupaten Brebes tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Maka dari itu semua instansi harus bisa membantu supaya program KB bisa berjalan dengan baik. Dimulai dari pembangunan masyarakat desa untuk kemajuan bersama,”tandasnya.

 

Post source : http://radartegal.com/berita-lokal/aki-dan-akb-di-brebes-bertambah.15224.html

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *