Pemantauan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)

Pemantauan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)

DP3KB _ Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Sri Danti Anwar mengatakan, setiap anak usia 0-18 tahun, harus dilindungi dan dipenuhi haknya, yakni hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi anak.

Demikian disampaikan pada saat kegiatan pemantauan kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kabupaten Brebes di Aula Setda Brebes, Rabu (9/5/2018).

Ia menambahkan, Anak harus dipenuhi akan gizi, mendapatkan sandang, pangan dan papan, jangan sampai anak di dalam hidupnya mengalami kekerasan fisik dan psikis. Tumbuh kembangkan anak sesuai dengan bakat minatnya itu tugas kewaajiban orangtua, bila anak mengalami kelaianan fisik yang tidak bisa dideteksi maka akan berakibat pada nasib anak lebih dewasa lagi.

” Jangan sampai anak stunting ini bertambah, pengasuhan anak yang terbaik adalah keluarga, kita harus cegah stunting sedini mungkin, kemudian kita harus instropeksi akan pola asuh keluarga kita, masalah kerdil itu jelas karena pengasuhan keluarga,” tambahnya.

Sri danti menjelaskan kembali, Pendewasaan usia pernikahan penting, jangan terjadi lagi persoalan sosial seperti usia pernikahan dini, tidak ada di Indonesia yang bebas dari perkawinan anak. Makanya daerah boleh membuat produk hukum untuk pernikahan dini, bisa buat regulasi perkawinan pendewasaan usia perkawinan menjadi suatu gerakan.

Tanggungjawab keluarga terkait perkawinan dini harus dari keluarga, orangtua harus berani katakan tidak, jika masih usia anak lalu menikah, karena banyak faktor negatifnya termasuk dampak bagi anaknya jika mengalami rentan karena mudah mengalami kekerasan, dibohongin, dieksploitasi dan lain-lain.

Sementara itu, Kabid PPA Rini Pujiastuti, menyambut baik atas kegiatan pemantauan dari staf ahli ibu menteri. Kabupaten Brebes hingga kini tetap berbenah untuk mendukung keberhasilan Indonesia Layak Anak (Idola), makanya setiap tahun berupaya memenuhi dan melindungi hak anak di Kabupaten Brebes.

” Kategori penghargaan Madya sudah didapat, namun kami menyadari bahwa masih banyak pekerjaan untuk memenuhi indikator KLA yang sudah ditetapkan oleh Negara, dimana agar semua hak anak ini terpenuhi, secara bertahap untuk memenuhinya,” terangnya.

Belum semua desa terbentuk Desa Layak Anak, cakupan kepemilikan akta kelahiran bagi anak belum semua terpenuhi hingga 100 persen, masih dibawah 90 persen, semua bayi yang harusnya dapat asupan air susu ibu, masih ada bayi yang harusnya dapat asupan ASU yang tidak diberikan, terlihat pada cakupan ASI di Kabupaten dibawah 80 persen, dan masih banyak pekerjaan rumah untuk pemenuhan hak anak.

Hadir dalam acara kegiatan pemantauan kebijakan KLA bersama Staf Ahli Menteri KPPA yakni SKPD pengampu Kebijakan KLA, Pegiat Anak, Pendamping Anak, Kemenag, Polres, dan Pendamping Puspaga. (Bahrul Ulum)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *